“Kerja di Mana?”

Saya ingin merintis, menciptakan, dan berkarya. Saya pikir bekerja sebagai bawahan dan atasan sudah tidak pada zamannya lagi. Saya memang perlu uang, tetapi mati-matian mencari uang sampai hampir mati pun buat apa. Jika memang ada jalan yang bisa diusahakan untuk mendapat uang dengan menebarkan manfaat, kenapa tidak?

Memang, seperti yang pernah saya baca di salah satu jurnal untuk penelitian tingkat sarjana, orang Asia lebih menyukai stabilitas. Kita lebih senang jika tau kita akan dapat gaji berapa bulan ini, bisa makan berapa kali sehari, dan mengerjakan apa saja dari hari ke hari. Namun, saya tidak merasa berada di dalam lingkaran tersebut. Saya senang ketidakpastian. Lebih tepatnya, saya sangat menikmati sebuah proses. Destinasi itu penting, tetapi perkembangan diri dalam mencapai tujuanlah target yang sebenarnya. Oleh karena itu, saya terganggu setiap kali ditanya, “Kerja di mana?”

Kenapa harus kerja di mana? Kenapa tidak bertanya “Kerjanya seperti apa?” atau “Sedang mencoba mencapai target apa sekarang?” Menurut saya, pertanyaan tersebut lebih mudah dijawab, karena pertanyaan yang awal menuntut gambaran tentang uang, yang belum tentu apa yang sedang saya kejar menjanjikan itu. Menghasilkan duit adalah tujuan yang realistis, saya pun mau. Tetapi, saya ingin bekerja di mana uang adalah sebuah bentuk penghargaan, bukan tujuan utama. Itu idealismenya. Saya berpikir, bahkan sampai saat ini, bahwa membiarkan realisme dan idealisme berjalan beriringan adalah hal yang sangat sulit, apalagi untuk orang seperti saya. Tetapi, sangat sulit bukan mustahil. Pasti ada cara. Hanya saja, berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Sebagai orang-orang Asia yang menyukai kestabilan dan masyarakat dunia yang senang menilai seseorang dari seberapa banyak uang yang dihasilkan, pertanyaan tersebut lebih berupa ekspresi merendahkan. Tentu saja, untuk apa mengusahakan sesuatu yang besar persentasenya untuk gagal kalau ada yang mudah dan pasti?

Pasti sih iya, tetapi urusan mudah dan tidak mudah itu subjektif. Buat saya, lebih sulit bekerja hari demi hari di bawah prosedur dan aturan-aturan perusahaan dibandingkan menggali sebanyak-banyaknya ide menarik dan mencoba merealisasikannya. Opsi pertama lebih sulit, dan lebih sakit. Jika memang alternatif tersebut lebih berat untuk dijalani, mengapa tidak memilih yang lebih ringan dan nyaman?

Saat ini saya sedang mencoba merintis sebuah gerakan, kesadaran, usaha sosial, atau apalah namanya. Sebuah akun resmi di LINE dengan nama Kata Hari Ini yang modelnya sama seperti word of the day dari situs-situs Bahasa Inggris. Tetapi, lebih dari pada itu, saya memvisikan akun ini akan menjadi sebuah gebrakan untuk minda masyarakat Indonesia: memperluas dimensi dunianya dengan memperluas pemahaman bahasanya.

Tentu saja, orang-orang yang mengaku mendukung pada kenyataannya tidak sepenuhnya mendukung. Tatapan sangsi tentu banyak yang melemparkan. Namun, yang harus saya hargai dan ingat terus-menerus adalah segelintir orang yang dengan tulus menyokong usaha ini. Usaha yang, jika berjalan sesuai visi dan mimpi, bisa dihargai oleh uang. Tetapi, jika tidak sampai di situ pun, saya tahu saya tidak kehilangan apa-apa, apalagi waktu. Saya akan belajar banyak, dan mudah-mudahan orang-orang yang sempat menyimak juga akan belajar sesuatu, sedikit banyak.

Minimalnya, saya akan belajar mengenai siapa yang benar-benar mendukung ide-ide saya dan siapa yang tidak. Maksimalnya, saya akan belajar bagaimana mengemas suatu ide agar menjadi lebih dekat dengan masyarakat secara luas. Dan hal-hal seperti itu hanya akan kita pelajari dengan mengalami. Sesungguhnya, itu yang saya kejar.

Jadi, saya tidak kerja di mana-mana dan penghasilan saya 0 rupiah per bulan, tetapi target saya ada di kepala, besar dan mengasyikkan, dan saya mendapatkan pelajaran berharga per hari. Jika saya ikhlas menjalaninya, saya akan menjadi lebih kaya daripada atasan perusahaan mana pun yang tidak mencintai apa yang dia lakukan. Sesungguhnya, itu yang saya kejar.

Selamat bersenang-senang,

Indiena

—-

(kredit gambar: Bella Amanda Maharani)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s