Cantik Bukan Keharusan

Kemarin saya membaca suatu quote oleh seseorang yang sepertinya terkenal dan kredibel. Dalam quote tersebut beliau bilang bahwa “We do not have to be pretty. We do not owe it to anyone, not to our boyfriend, not to society…” dan sesuatu hal lain yang intinya adalah seorang wanita tidak harus menjadi rupawan, cantik, atau manis, karena kecantikan itu tidak ada gunanya untuk orang lain. Saya lupa apakah beliau mengatakan atau tidak mengatakan bahwa kecantikan itu perlu untuk diri sendiri.

Beliau wanita.

Saya setuju. Bahwa kita, kaum perempuan, tidak harus menjadi cantik, karena kita tidak harus cantik untuk pacar kita, orang tua kita, masyarakat. Tidak harus. Tapi sebagai perempuan, saya tahu bahwa merasa cantik itu perlu. Not because we owe it to anyone, but because we deserve to feel beautiful. Untuk apa? Tentu saja untuk menghargai diri sendiri. Seperti lelaki yang suka merasa ganteng, perempuan juga butuh untuk merasa cantik. Bukan karena cantik adalah norma atau anggapan masyarakat, tapi karena secara naluri wanita ingin cantik. Saya rasa walau pun tidak ada seorang pun yang memaksa kita untuk menjadi cantik, kita tetap ingin merasa cantik.

Tapi, sumber perasaan bahwa kita cantik itu berbeda-beda. Ada yang merasa cantik kalau ia pakai baju bagus. Ada yang merasa cantik kalau orang lain bilang ia cantik. Ada yang merasa cantik saat berhasil menolong orang lain. Ada juga yang merasa cantik kalau pintar. Pada dasarnya merasa cantik ini sama aja seperti kita merasa bangga. Tidak tahu dari mana dan kenapa, tapi kita butuh untuk merasa bangga pada diri sendiri kan? Dan kebanggaan tersebut datang dari bentuk yang berbeda. Semua tergantung filosofi hidup dan selera.

Oleh karena itu, saya setuju sama quote yang saya bahas di atas. Bahwa kita tidak harus menjadi cantik atau menarik, apalagi kalau untuk orang lain. Tapi kita butuh untuk merasa cantik, karena kita ingin menghargai diri sendiri. Oleh karena itu juga saya ngga setuju dengan penormaan cantik dan ngga cantik, sukses dan ngga sukses, dan penormaan lain yang pada dasarnya sifatnya tidak hakiki. Beda dengan benar dan salah.

Oleh karena itu juga, ngga adil untuk saya kalau ada seorang perempuan yang merasa jelek dan tidak menarik hanya karena masyarakat membuat rata-rata tertentu mengenai cantik dan tidak cantik. Karena merasa cantik itu hak setiap wanita. Sayangnya, hak tersebut bisa terampas hanya karena segelintir pengusaha ingin menjadikan cantik sebagai kewajiban hanya supaya dia kaya.

Kalau udah begitu, namanya bukan hanya jualan tapi juga pembunuhan karakter.

Begitu.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s