Mengenai Teman Saya Winter Lily

Image

Saya mau memperkenalkan teman saya—bukan identitas saya. Kurang lebih enam sampai tujuh tahun saya bersama dia setiap hari. Dia teman yang memberi motivasi dan pelajaran berharga,sekaligus menyakitkan. Tidak sedikit orang yang memiliki teman seperti dia, tapi yang jelas tidak semua orang ditemani sesuatu seperti dia. Dia distimia saya, namanya Winter Lily.

Saya terinspirasi dari Winston Churchill yang memberi nama depresinya The Black Dog dengan maksud memisahkan dirinya dan depresi tersebut. Hal yang genius menurut saya karena saat seseorang jatuh ke dalam lubang hitam tersebut, sangat mudah untuk terbawa arus dan percaya bahwa kamu adalah dia dan dia adalah kamu. Padahal kenyataannya kalian tidak saling mendefinisikan satu sama lain.

Saya tidak bermaksud menyombongkan atau merendahkan diri dengan menulis ini. Saya hanya ingin berbagi, dengan harapan dapat membantu siapa saja yang ditakdirkan untuk membaca ini, atau membuat diri saya diterima dengan apa adanya jika ada yang membaca. Tulisan ini akan murni dari pikiran saya tanpa mengutip dari siapa-siapa, tapi tentunya pengetahuan tersebut memang hasil riset dan pengalaman sebelumnya.

Tidak banyak yang tahu bahwa depresi klinis ada dua jenis: depresi mayor (depresi berat) dan depresi minor (disebut juga dengan distimia). Tidak banyak yang tahu juga bahwa penyakit mental ini adalah suatu hal yang serius, bukan bercandaan. Saya bilang begini karena banyak yang menganggap ini adalah hal enteng. Kedua depresi tersebut dibedakan karena intensitas dan periodenya: 1) Depresi mayor adalah depresi akut, yaitu terjadi dalam rentang waktu yang relatif sebentar tetapi kesedihan dan keputusasaan yang dirasakan luar biasa hebat intensitasnya, sedangkan 2) Depresi minor adalah depresi kronis, yaitu terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang dengan kesedihan dan keputusasaan yang tidak seintens depresi mayor. Disebut juga dengan depresi ringan. Tapi, kedua depresi tersebut mengganggu ritme kehidupan seseorang dan dapat menghancurkan, makanya dikategorikan sebagai depresi klinis.

Winter Lily ini adalah yang kedua. Tidak ada yang ringan mengenai depresi minor, karena seseorang dengan depresi ini membawa black hole di dalam dirinya selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Black hole tersebut tidak sebesar depresi berat, tapi mungkin lebih melelahkan.

Begini penjelasannya. Orang dengan depresi mayor mengalami kesedihan dan keputusasaan yang luar biasa dalam dengan periode lebih dari dua minggu selama setiap hari. Rasanya mungkin seperti kamu jatuh ke dalam lubang hitam yang panjang dan tidak ada sinar yang masuk sama sekali. Tidak ada rasa senang sedetik pun. Rasanya kamu tidak hidup sama sekali, hari esok tidak ada, dan merasa lebih baik kalau kamu mati hari ini. Semua jalan ke masa depan tertutup. Orang yang menderita depresi berat akan sangat sulit untuk sekedar bangun dari tempat tidur dan berpikir (karena tingkat konsentrasi menurun dratis). Depresi berat ini mengganggu dengan memutuskan semua harapan dan memberikan ilusi bahwa masa depan tidak akan datang. Oleh karena itu, orang yang menderita ini biasanya tidak melakukan apa-apa karena hebatnya perasaan tidak berguna itu. Semua energi sudah habis terserap kesedihan dan keputusasaan.

Lalu, orang dengan depresi minor, walaupun tidak separah depresi mayor, juga mengalami kesedihan dan keputusasaan tersebut, tetapi dengan rentang waktu lebih dari enam bulan. Rasanya seperti berjalan di lorong yang gelap, panjang, pengap, dan tidak habis-habis. Lorong yang kedap suara dan tidak terdengar dari luar. Satu-satunya suara yang tertangkap adalah gema langkahmu sendiri. Dan itulah yang lebih menakutkan dari pada mendengarkan suara dari dunia luar. Semua rasa bersalah, penyesalan, sakit hati, dan kesepian bergema di pikiranmu. Tapi tidak ada yang mendengarkan karena kamu sendirian di situ, berjalan membawa black hole tersebut di dalam diri. Menggendong bingkisan yang isinya sampah. Depresi ini mengganggu banyak aspek kehidupan. Walaupun yang menderita masih mampu pergi kuliah dan berpikir, tapi kesedihan yang dibawa menjadi suatu isolasi. Kamu tidak ingin bergaul dengan orang lain dan lebih suka sendirian. Tapi justru kesendirian ini yang bahaya. Orang dengan depresi minor merasa bahwa masa depan ada, tetapi sama gelapnya dengan masa kini. Makanya membuat kamu berpikir lebih baik jika kamu mati hari ini. Bedanya dengan depresi berat, orang yang menderita depresi ringan masih bisa memiliki harapan, tetapi hidupnya sendu.

Apa yang dibutuhkan penderita depresi klinis? Yang paling utama tentu saja dukungan sosial. Tidak ada yang lebih manjur dari pada kasih sayang orang-orang sekitar. Orang yang mengalami depresi klinis tentu saja akan susah untuk di-handle karena mereka gampang teriritasi dengan kehadiran orang lain (terutama untuk depresi berat). Mereka akan menutup diri dan diam di tempat tersebut, seolah hidup tidak berjalan. Akan sulit untuk melakukan sesuatu hal sesuai dengan harapan mereka, tetapi sangat penting untuk orang-orang yang terdekat dan tersayang untuk tetap di samping mereka. Tidak perlu kata-kata atau dukungan yang macam-macam, hanya kehadiran yang menunjukkan bahwa kalau ingin cerita, saya ada. Orang-orang depresi biasanya memiliki kebiasaan buruk untuk memikirkan sesuatu secara berlebihan, diperparah dengan tidak adanya orang yang bisa mendengarkan pikiran tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk menunjukkan bahwa kita bersedia menemaninya.

Sebagian besar orang tidak mengerti ini. Jangankan orang awam, mahasiswa sarjana jurusan psikologi pun banyak yang tidak mengerti seberapa berat beban yang dibawa orang yang memiliki depresi klinis. Mereka menganggap orang-orang yang depresi sebagai orang yang lemah, sehingga kata-kata yang keluar menunjukkan bahwa hal ini semua karena kesalahannya. Padahal, saya percaya bahwa orang-orang ini adalah orang-orang yang kuat. Yang mungkin menjadi masalah adalah tidak adanya kesadaran bahwa mereka mengidap penyakit mental tersebut, atau tidak adanya keterbukaan untuk mengakui. Imbasnya, dukungan sosial pun menjadi berkurang dan mereka akan menjadi semakin parah.

Oleh karena itu, sangat penting untuk kita menghargai mereka saat seseorang berani mengatakan dengan terbuka bahwa mereka mengidap depresi klinis. Ajaklah ia berbicara, tuntunlah ia untuk terbuka, walau pun saya ingatkan bahwa hal itu tidak akan mudah sama sekali. Jangan menyerah, karena satu hidup manusia ada di tangan kita saat kita menyerah untuk menolongnya.

Nah, Winter Lily saya ini bukan hanya gelap, melainkan juga anggun. Dia dingin menusuk ke dalam tulang, tetapi dari situlah keindahannya berpendar. Seperti bunga lili yang menari di atas danau yang membeku di musim dingin. Distimia saya ini sangat powerful, terutama dalam memberi inspirasi untuk menulis. Memang, selama saya masih berteman dengan Winter Lily tidak ada cerita kompleks yang bisa saya hasilkan, tetapi saya menjadi lebih mengenal diri sendiri dan berusaha menghargai semua yang terjadi.

Saya menulis ini hanya ingin berusaha terbuka, dan semoga ada yang mau menemani di samping saya dengan apa adanya. Selama saya berteman dengan Winter Lily, saya tidak pernah terbuka kepada siapa-siapa. Ternyata, itu rasanya sangat menyakitkan. Oleh karena itu, saya menulis ini dengan maksud untuk menjalani salah satu proses penyembuhan dengan teknik naming, yaitu mengatakan apa pun yang ada di pikiran saya. Semoga ini dapat membantu, baik diri saya sendiri mau pun orang lain.

Jangan bersedih,
Indiena

Iklan

4 comments

  1. Hey, senang dan terharu mendapati blog ini. Sy jg distimia . Saya baru tau istilah itu 1 bulan yang lalu… tapi saya sudah merasakan bertahun2 lalu. 🙂 apakah ini bs di obati ? Dan bagaimana keadaan mu skg?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s